Sunday, December 17, 2017
Ethereum ( ETH ) , Penjelasan dan perbandingan Bitcoin ( BTC )
Seseorang yg bernama VITALIK
BUTERIN (Kelahiran
Rusia yg tinggal di Swiss). Telah Belajar Tentang Mata Uang Digital Cryptoccureny Sejak
Beberapa Tahun yg Lalu. Ia mengamati. Ia juga aktif dalam Proyek-Proyek
Pengembangan dan Penelitian Uang Digital. Khususnya Bitcoin.
Selang Beberapa Tahun Kemudian setelah
belajar banyak Tentang Bitcoin. Akhirnya, Ia Menciptakan Proyek ETHEREUM
bersama Teman-Temannya.
Ethereum adalah Tempat Platfrom Bahasa
Pemprograman Tempat Kita Menyimpan Aset Uang Ether.
Ethereum mirip seperti Sistem Blockchain milik Bitcoin. Bedanya, di Ethereum
ngga ada Pihak ke 3 yg Terlibat di dalamnya.
Ia Murni Merupakan Perusahaan Otonom yg
Berjalan Karena adanya Jaringan Internet. Nyaris Tanpa ada Manusia atau Pegawai
Manusia di balik layarnya. Ia Murni Mesin Internet yg Tersebar ke Seluruh
Penjuru Dunia ke Berbagai Laptop, Komputer atau Smartphone Pribadi Anda.
Sehingga Mustahil untuk di atur oleh
Pemerintah, Bank, Pihak Startup ke 3, Perusahaan, Regulasi, Undang-Undang, dan
ngga Mungkin Bisa di Matikan atau Mustahil untuk diBLOKIR.
Jika Pengen Simpelnya dalam Pemahaman
Sehari-hari kita. Ethereum itu mirip Seperti BANK BCA, Bank BRI, BTN, dll.
Tempat Biasanya Kita Melakukan Transaksi atau Transfer Uang. Tetapi ETHEREUM
berbeda dengan Bank. Karena ia tak berbentuk Fisik. Alias Ia hidup di
“Dunia-Maya”. Hebatnya Lagi tak ada 1 pun Manusia yg mengendalikannya. Ketika
di Onlinekan, Ia Murni Mesin Bahasa Pemprograman Komputer atau bisa juga
disamakan dengan ROBOT yg Hidup Via Internet.
Agar Ethereum bisa Berjalan di dunia maya
Internet. Ia membutuhkan Bahan Bakar. Bahan
Bakar ini disebut “ETHER”. Ibaratnya. ETHER adalah Seperti Gas
atau Listrik untuk menjalankan Ethereum agar bisa Terus Online di dunia maya
dan Bisa Terus Tersimpan di Layanan Komputasi.
Untuk Mendapatkan ETHER. Anda harus
menghidupkan Komputer atau Laptop anda 24 Jam Sehari untuk menambang dan
mendapatkan 1 ETHER. Minimal Komputer anda Berkekuatan 2 RAM. Jadi Setiap Anda
Menyalakan Komputer Anda dalam 12 Detik. Ada Imbalan untuk Anda dalam bentuk
ETHER.
Setiap 1 ETHER. Harganya Berkisar sekitar
0.027BTC ,Rp 125.000. Proses inilah yg biasanya disebut Pertambangan Mata Uang
Kripto.
Jika di Bitcoin di Batasi di angka 21.000.000 unit
saja. Maka di ETHER adalah Tanpa Batas. Artinya Inflasi yg Menentukannya.
Jumlahnya Bisa Tinggi atau
juga bisa
Rendah.Tergantung
Tingkat Emosi Manusia yg Menentukannya. Atau juga Karena Pemegang Ether
meninggal dunia atau Kehilangan).
Ether disini bisa juga disebut sebagai
Aset yg Sepadan dengan Mata Uang Digital Bitcoin. Tapi Kelebihan Ether
dibandingkan Bitcoin adalah Ether berjalan di Sistem Ethereum yg Saling
Menopang. Ether bisa juga untuk membayar biaya Penyimpanan Memori, Biaya Bahan
Bakar Listrik untuk membuat Sumber Daya Jaringan Ethereum agar Terus Berjalan
secara Online di seluruh dunia. Disebut juga “GAS”.
Namun sejatinya, Bitcoin dan Ether juga
saling menopang. Karena Tanpa Bitcoin, Ether ngga mungkin bisa memiliki Harga.
Harga ditentukan di Bursa Pertukaran atas Permintaan Emosi Manusia atas “Jual
dan Beli”.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DESKTOP
Tekonologi Desktop adalah istilah yang diciptakan setelah perkembangan
tertentu jenis perangkat lunak
Desktop publishing (juga dikenal sebagai
DTP) menggabungkan komputer dan
perangkat lunak untuk tata letak halaman WYSIWYG yang berfungsi untuk membuat
dokumen publikasi pada komputer dan penerbitan baik skala besar atau kecil
skala output perangkat multifungsi lokal maupun distribusi.
Desktop publishing adalah penggunaan komputer dan software untuk membuat
tampilan visual dari ide dan informasi. Penerbitan dokumen Desktop mungkin
untuk desktop atau percetakan komersial atau distribusi elektronik termasuk
PDF, menunjukkan slide, newsletter email, dan situs web.
Kapan
desktop publishing diciptakan?
1)
1984 - The Apple Macintosh debut.
2)
1984 - Hewlett-Packard
memperkenalkan LaserJet, printer laser desktop yang pertama.
3)
1985 - memperkenalkan Adobe
PostScript, industri standar Page Deskripsi Language (PDL) untuk typesetting
profesional.
4)
1985 - Aldus PageMaker mengembangkan
untuk Mac, penerbitan "pertama desktop" aplikasi.
5)
1985 - Apple menghasilkan
LaserWriter, printer laser desktop yang pertama mengandung PostScript.
6)
1987 - PageMaker untuk platform
Windows diperkenalkan.
7)
1990 - kapal Microsoft Windows 3.0
The future of Bitcoin: too late to get into cryptocurrency?
Over the last few years one of the most spoken news in the
financial world is the remarkable growth of Bitcoin prices. For many people
it's hard to imagine how something worth a few bucks will skyrocket for just
three years? At that time people began to think that maybe Bitcoin got a big
future and they were right.
Unfortunately, it is difficult to predict the value of
Bitcoin because it really depends on the demand on the market. But the reality
is that as long as it should be regarded as childhood cryptocurrency. And this
is reason quite reasonable for high volatility. digital currency will be more
stable.
When you get there, Bitcoin's future is even more
predictable than paper money. You know for sure that Bitcoins emissions are
limited, which gives you a guarantee that you will not suffer from inflation.
In addition, political instability or economic problems have no impact on
bitcoin levels.
The last fact frightened governments from many countries,
because first of all it leads to a loss of control over the money supply. Some
countries even think of creating their own digital currencies, such as Britain
and Russia while Ecuador has done it. The reason for the desire to maintain
clear power. In fact it is the best evidence to prove that Bitcoin is an
alternative money system with great benefits. And it really works. In terms of
these facts in the days of Bitcoin can be a good substitute for the traditional
banking system, why not?
While it is not possible to say for certain whether it will
be another opportunity to become a millionaire because the bitcoin level is
very high or not, but to learn how to use cryptocurrency can help. To get into
Bitcoin is even easier than learning how to make traditional payments. In
addition to each payment system, as well as each bank, has terms and conditions
that can vary widely. While Bitcoin payment procedure is simple and common for
all users in every country.
The digital legal money is a matter of time, will someday
replace our traditional banknotes. The grounds are simple enough for that:
- Comfort. There is no need to exchange money into local currency if you travel.
- Fast and cheap transactions. In addition, nobody can freeze your account.
- Currency deflation. This fact enables the growth of future purchasing power.
In addition, the more Bitcoin ATM machines appear, the
number of major financial institutions that decide to go into Bitcoin is also
growing. Major electronic trading companies spend large sums of cash for credit
card processing fees. For example the cost for Amazon banking costs $ 2.6
billion per year! So working with Bitcoins people can make their business more
profitable. There are 5-10 million BTC users worldwide (exact number unknown
due to anonymity) who are aware of Bicoin's future.
So it's never too late to get into Bitcoin.
Experty.io Bounty Program and Proof of Love contest
Experty.io has an outstanding technical team, composed of
developers from ReactPoland software consulting firms, influential advisory
board members, and powerful partners in the blockchain scene. We are in CryptoValley,
the heart of the blockchain community.
The mission of Exparti.io encourages the application of
cryptocurrency on a global scale by creating intuitive and easy-to-use
applications suitable for widespread use. We expect mass adoption within the
next 3 years.
Blockchain technology has opened the possibility of
unlimited peer to peer transaction. This means exchange of information for
money can be done on a global scale without expensive intermediaries. Experty,
our leading application, is designed to connect knowledge and knowledge seekers
anywhere in the world using blockchain technology.
Knowledge providers can advertise their services through a
direct link or QR code, which can be placed on any social media platform. A
simple knowledge provider sets its rate per minute, and when the call is over,
OC settles the fee based on predetermined rates. Knowledge seekers will only be
charged for the duration of the call
Saturday, December 16, 2017
mining ...mining.. ,... apa mining bitcoin itu ?
Assalamualaikum
Sekarang ini
perkembangan transaksi digital sudah sangat berkembang dengan begitu pesat dan
banyak memunculkan produk digital baru, salah satunya ialah Bitcoin. Produk ini
sejatinya merupakan sebuah mata uang yang digunakan untuk bertransaksi secara online atau sering disebut
sebagai mata uang virtual.
Mata uang ini tidak
dikeluarkan oleh lembaga keuangan manapun sehingga penggunaannya tidak
memerluka otoritas dari pihak manapun. Karena kepraktisannya ini Bitcoin
semakin digemari sebagai mata uang virtual untuk bertransaksi secara online.
Apalagi ada keuntungan
yang cukup menggiurkan ketika anda bisa dan sukses ketika melakukan Mining
Bitcoin. Sebab pundi – pundi Bitcoin anda bisa bertambah secara drastis tanpa
perlu melakukan transfer uang tunai ke akun Bitcoin anda.
Lantas apa itu Mining
Bitcoin dan bagaimana konsepnya? Berikut pejelasannya.
Mining Bitcoin
Mining Bitcoin bisa diartikan
sebagai sebuah kegiatan penambangan Bitcoin, yang merupakan satu dari sekian
cara untuk memperoleh Bitcoin. Seperti yang kita ketahui jika Bitcoin sendiri
merupakan sebuah sistem keuangan global yang menjadi mata uang virtual baru an
digunakan sebagai alat pembayaran. Serta menjadi sarana untuk menyimpan catatan
alur transaksi keuangan secara digital antara pengguna Bitcoin lainnya.
Di saat sebuah
transaksi online dengan mempergunakan Bitcoin diproses dan tercatat dalam
jaringan Bitcoin, ini berarti ada pergerakan atau perpindahan Bitcoin sedang
terjadi antara satu pengguna Bitcoin dengan pengguna lainnya.
Jaringan Bitcoin kemudian mengelolanya dengan mengumpulkan semua transaksi yang dilakukan oleh para penguna selama periode tertentu ke dalam sebuah daftar yang disebut blok.
Jaringan Bitcoin kemudian mengelolanya dengan mengumpulkan semua transaksi yang dilakukan oleh para penguna selama periode tertentu ke dalam sebuah daftar yang disebut blok.
Karena bukan dikelola
oleh pihak Bank mana pun, maka transaksi perlu dipastikan apakah sudah terekam
dengan baik dan benar dalam sebuah sistem yang telah terhubung dalam sebuah
jaringan di seluruh dunia.
Sistem ini merupakan
daftar blok yang panjang, dan dikenal sebagai ‘blockchain’. Hal ini kemudian
digunakan untuk melacak setiap transaksi yang dilakukan oleh banyak alamat
Bitcoin berbeda manapun berada dalam satu jaringan.
Dengan bertambahnya
transaksi yang dilakukan oleh pengguna Bitcoin di seluruh dunia, sehingga
membuat blok transaksi baru yang dimasukan ke Blockchain semakin bertambah
panjang. Dan salinan blok akan terus diperbarui kemudian diberikan kepada semua
orang yang turut berpartisipasi, sehingga siapapun dapat mengetahui setiap
transaksi apa yang tengah terjadi.
Karenannya sistem
harus sangat terpercaya, dan untungnya semuanya diatur secara digital.
Bagaimana kita dapat memastikan bahwa blockchain tetap utuh, dan tidak pernah
rusak? Di sinilah para penambang (miners) berperan untuk
mengkonfirmasi setiap transaksi tersebut, kemudian mencatatkannya ke dalam
sebuah sistem.
Berbicara mengenai
transaksi pada Bitcoin, proses pencatatan transaksinya bukanlah dicatat oleh
sebuah perusahaan atau pun perorangan. Tetapi dilakukan oleh banyak komputer
yang terhubung melalui jaringan internet. Dan jumlahnya bisa mencapai ribuan
yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Komputer yang
melakukan pencatatan transaksi Bitcoin tersebut kemudian dikenal dengan sebutan
‘penambang’ atau miners. Sederhananya, komputer
tersebut dijalankan oleh pemilik Bitcoin dan digunakan dalam bertransaksi
secara online lalu mencatatkan
transaksi tersebut dengan melakukan mining Bitcoin.
Secara singkat, untuk
melakukan kegiatan pencatatan transaksi Bitcoin ini agar lebih mudah dan aman
diperlukan sebuah komputer dengan spesifikasi yang canggih dan handal. Karena
komputer tersebut akan digunakan untuk melakukan banyak kegiatan kalkulasi yang
cukup rumit dan kompleks demi mendukung kegiatan mining Bitcoin.
Setidaknya ada empat hardware komputer yang bisa
digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut, seperti
- CPU (Central Processing
Unit), ini
merupakan hardware komuter pertama yang digunakan
untuk menghasilkan koin Bitcoin dari menambang.
- GPU (GraphicalProcssing
Unit), hardware
ini ditemukan setelah sukses menggunakan CPU dan dibuktikan bahwa GPU
lebih handal dalam menghasilkan koin dari mining Bitcoin bahkan sampai 50 hingga
100x lebih baik.
- FPGA (Field Programmable
Gate Array),
program ini lebih mutakhir jika dibandingkan CPU atau GPU dala hal mining Bitcoin. Namun fungsi komputer
hanya untuk satu pekerjaan saja tak bisa digunakan untuk hal lain selain mining Bitcoin.
- ASIC (Application Specific
Integrated Circuit), teknologi hardware yang satu ini lebih handal dari beberapa
perangkat mining Bitcoin pendahulunya karena
didalamnya sudah tertanam sebuah chip khusus untuk mining Bitcoin. Sehingga tampilan pada
layar komputer menjadi lebih simpel dan nyaman dlihat.
Tentunya dengan
spesifikasi tersebut harga yang ditawarkan tak main-main dan cukup menguras
kantong.
Tentunya dalam proses
tersebut ada biaya –biaya yang dikeluarkan dan diperlukan untuk mendukung
kegiatan tersebut, karenannya perlu ada timbal balik yang menguntungkan bagi
pelakunya .
Atas usaha ini para
pelaku atau yang disebut sebagai miners kemudian memperoleh sebuah kompensasi
berupa saldo Bitcoin. Perolehan Bitcoin hasil penambangan (mining) ini merupakan sebuah
timbal balik atau bisa disebut sebagai reward atau pun insentif untuk para
miners. Sehingga siapapun dapat memberikan kontribusi positif dan mendukung
sistem transaksi global, dan dalam setiap proses transaksi tersebut disebut
sebagai mining (penambangan) Bitcoin.
Pertian Ethereum ! ( what is ethereum? )
Ethereum sebenarnya sangat mirip dengan Bitcoin.
Ethereum adalah jaringan peer to-peer publik atau blockchain dengan mata uang
digitalnya sendiri yang disebut Ether. Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin
pada tahun 2014 dan tujuan Ethereum adalah untuk menjadi platform dimana smart
contracts dapat
diciptakan dan dijalankan.
Sederhananya, tujuan Ethereum adalah untuk menjadi
komputer dunia.
Bitcoin lebih ditujukan untuk menyimpan daftar saldo
dan transaksi di blockchainnya, sementara blockchain Ethereum dirancang untuk
menyimpan berbagai jenis data. Data ini bisa diakses dan digunakan oleh
program-program komputer yang berjalan di blockchain Ethereum. Program-program
ini disebut aplikasi terdesentralisasi, atau dapps.
Pengembang di seluruh dunia dapat membangun dan
menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum. Tujuannya
adalah untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, tata
kelola dengan berbagai kegunaan lainnya dengan menggunakan sifat transparan
blockchain.
Pengertian Crypto Currency ( Bircoin )
Mungkin
diantara anda ada yang pernah mendengar atau melakukan transaksi bisnis dengan
menggunakan Bitcoin.
Lalu apakah sebenarnya yang disebut dengan Cryptocurrency ?
Cryptocurrency terdiri dari kata Crypto dan Currency, jadi bila ditinjau dari segi bahasa maka artinya adalah "Mata Uang Rahasia", karena Crypto artinya Rahasia dan Currency adalah Mata Uang. Arti ini sedikit mirip dengan pengertian dari segi istilahnya, yaitu "Mata uang yang bersifat digital dan rahasia".
Jadi Cryptocurrency adalah mata uang
yang berbentuk digital (digital/virtual currency) dan juga bersifat rahasia.
Tentu saja karena berbentuk digital maka tidak ada bentuk fisiknya, kecuali
anda buat sendiri dari emas atau logam lain dengan nilai sama. Tetapi walaupun
tidak berbentuk fisik, mata uang ini tetap mempunyai nilai, karena bisa
digunakan sebagai alat pembayaran, contoh : digunakan untuk membeli Laptop atau
Smartphone dari Apple menggunakan Bitcoin.
Cryptocurrency pertama yang dibuat adalah Bitcoin, makanya Bitcoin yang paling terkenal dimana-mana. Bitcoin dibuat oleh seorang "Anonymous" bernama Satoshi Nakamoto. Setelah Bitcoin muncul, akhirnya muncul juga coin-coin lain yang disebut Altcoin (Alternative Coin), Seperti Litecoin dan Dogecoin.
Sifat yang membedakan Cryptocurrency dengan uang biasa adalah sifatnya ter Desentralisasi dan rahasia. Terdesentralisasi artinya mata uang ini tidak diatur oleh orang/organisasi tertentu, termasuk pembuatnya sendiri. Jadi harganya bisa naik turun, bisa menjadi sangat mahal dan bisa sebaliknya turun drastis menjadi sangat murah.
Cryptocurrency juga bersifat rahasia, karena namanya juga "Crypto". Cryptocurrency menggunakan metode kriptografi untuk mengamankan dan merahasiakan transaksi. Perlu diketahui bahwa banyak penjahat di Deepweb yang bertransaksi menggunakan Cryptocurrency karena memang FBI pun tidak akan tahu seseorang melakukan transaksi dengan pihak manapun untuk membayar sesuatu, jika menggunakan Cryptocurrency.
Cara alami mendapatkan Cryptocurrency yaitu menambang dengan komputer, tapi arti menambangnya bukan berarti menggali sesuatu. Cara komputer menambang yaitu dengan menyelesaikan transaksi dari pengguna lain. Jadi seperti anda mengurus transaksi orang lain, kemudian dibayar. Tetapi cara ini sangat boros duit; boros biaya listrik dan harus menggunakan komputer bagus agar tidak cepat rusak dipakai menambang
Selain menambang, ada puluhan cara lain mendapatkan Cryptocurrency.
Mahasiswa koin berbasis cryptocurrency ( STUDENT COIN )
APAKAH KOIN SISWA (STUDENT COIN) ? Apa yang bisa saya lakukan dengan itu? Tahun lalu di Inggris ada lebih dari 2,28 juta siswa ya...


















